PelangiBunga.ID
Share
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin

Asal Mula 8 Jam Kerja

Asal Mula 8 Jam Kerja – 8 jam kerja dipercaya secara umum sebagai jam kerja paling optimal dan biasa, lalu apakah hal itu benar dan darimana sebenarnya asal mula peraturan 8 jam kerja ini? Ternyata ada banyak alasan mengapa kita harus memikirkan dan mempertimbangkan kembali kebiasaan dari 8 .jam kerja ini.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, jam kerja umumnya adalah 8 jam kerja, bahkan bekerja lebih dari 8 jam juga sudah menjadi hal yang sudah biasa. Lalu darimana sebenarnya asal mula delapan jam kerja ini?

Jawabannya ada di abad ke-18, saat banyak perusahaan berusaha mengoptimalkan hasil kinerja pabrik mereka. Kunci untuk mengoptimalkan hasil kinerja pabrik itu tentunya adalah membiarkan mereka berjalan tiada henti atau 24/7 (24 jam selama 7 hari). Lalu untuk memelihara kinerja dari pabrik itu sendiri, para pekerja harus bekerja lebih lama yaitu sekitar 10-16 jam per hari dan hal itu justru dianggap normal.

Jam kerja yang sangat lama ini membuat banyak orang merasa tertekan dan berada di titik terakhir kelelahan mereka, hingga munculnya 1 orang pemberani bernama¬†Robert Owen. Ia memulai sebuah kampanye yang meminta semua pekerja untuk tidak bekerja lebih dari 8 jam per hari. Slogannya adalah “8 jam kerja, 8 jam rekreasi, 8 jam istirahat.”

Mengapa Anda Harus Memikirkan Kembali 8 Jam Kerja Ini

Tony Schwartz, selaku CEO dari Energy Project, yaki sebuah perusahaan konsultasi yang memiliki tujuan mencapai optimalitas kerja yang maksimal, mengatakan bahwa berapa lama kita bekerja setiap hari sebenarnya tidaklah penting dalam ekonomi sekarang ini. Ia mengatakan bahwa hal itu lebih terkait ke penggunaan energi seseorang.

Ia menjelaskan bahwa manusia itu berbeda dari robot, jika robot dapat beraktivitas secara linear dan konstan maka manusia berbeda. Mereka beraktivitas dalam sebuah kondisi yang berbeda-beda setiap harinya, namun pada umumnya pikiran manusia dapat berfokus ke sebuah pekerjaan selama 90-120 menit. Sesudahnya, maka 20-30 menit istirahat dibutuhkan untuk mencapai kinerja tertinggi berikutnya.

Jadi daripada berpikir apa yang dapat kita capai dalam 8 jam kerja setiap hari, maka lebih baik berpikir apa yang dapat kita capai dalam 90 menit kerja dan membagi pekerjaan kita menjadi beberapa aktivitas yang terdiri dari 90 menit lamanya.

× Chat