Peran Pemuda Untuk Mengisi Kemerdekaan

Share
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on linkedin

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” (Ir. Soekarno)

Peran pemuda Indonesia dapat dibilang mempunyai andil yang sangat besar terhadap asal-usul berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari mulai melawan penjajah hingga mencapai Indonesia merdeka yang mana peran pemuda begitu berharga. Pemuda Indonesia juga menjadi tonggak persatuan dan kesatuan bangsa dengan berikrar semangat “Sumpah Pemuda” untuk menyatukan berbagai kaum dan suku dari seluruh Indonesia di tanggal 28 Oktober 1928.

Dan puncaknya adalah pada Agustus di tahun 1945 bersama dengan para tokoh kemerdekaan, peran pemuda membantu para tokoh perjuangan dan pergerakan kemerdekaan untuk memnyiapkan kemerdekaan Indonesia. Dan alhamdulillah tepat pada 17 Agustus 1945 kita dapat mendengarkan teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta terdengar ke seluruh Indonesia.

Tepat di 74 tahun Indonesia merdeka, peran pemuda harus tetap diperhitungkan dalam mengisi kemerdekaan. Ada banyak peran yang dapat dilakukan untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan bagi para pemuda. Peran yang paling mudah dan terdekat di sekitar kita adalah dengan menjadi agen perdamaian dan kesatuan di media sosial. Caranya adalah dengan memberikan atau mengeshare informasi yang berguna bagi masyarakat banyak dan tidak membuat kegaduhan atau menyebar berita hoax. Pemuda juga dapat menjadikan media sosial sebagai ajang kampanye damai dan bukan ajang untuk memecah belah semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Peran kedua adalah dengan cara semangat belajar. Pemuda saat ini adalah pemuda yang kelak memimpin bangsa, ada baiknya diisi dengan semangat belajar sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Pemuda harus mempunyai pemikiran yang besar dan harus bermimpi besar. Bayangkan siapa yang menyangka kita 10-30 tahun kelak bila pemudanya semangat untuk belajar dan menjadi yang terbaik. Belajar bukan dalam hal formal tetapi dari berbagai hal mulai dari belajar dari alam, di lingkungan, hingga di mana saja kita belajar dan menjadikan sebagai pengalaman yang berharga.

Pemuda Indonesia saat ini banyak yang berprestasi di dunia internasional dengan menjuarai berbagai ajang bergengsi. Jadi secara tidak langsung pemuda Indonesia itu pemuda yang pintar pemuda yang dapat membanggakan negerinya. Pemuda juga harus banyak belajar dengan membaca dan mengetahui sejarah bangsanya sendiri agar tidak keliru dalam kesesatan berpikir maupun bertindak.

Peran selanjutnya adalah dengan semangat persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Jangan mudah terpengaruh dengan tindakan radikalisme maupun terorisme. Pemuda Indonesia harus mempunyai pendirian yang kokoh yakni menjadikan Indonesia negara yang damai dan tentram. Bangsa yang kokoh dan bangsa yang kuat adalah bangsa yang bersatu, Soekarno pernah berkata “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

Peran terakhir adalah dengan berpegang teguh pada jati diri bangsa yakni kebudayaan. Peran pemuda harus dapat menjadikan kebudayaan Indonesia menjadi suatu kebiasaan dan harus bisa terkenal ke dunia internasional. Mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia adalah kunci untuk menjadi jati diri kaum pemuda Indonesia. Kita tidak boleh terlena dengan masuknya pengaruh globalisasi. Kita tidak usah malu untuk menggunakan batik, berbahasa Indonesia, menggunakan pakaian tradisional, hingga memakan-makanan asli Indonesia.

Kita ini orang Indonesia yang berbudaya dari sabang sampai merauke mempunyai keragaman kebudayaan yang harus disyukuri. Orang Korea dan India dapat mengglobalisasikan budayanya ke seluruh dunia, oleh karena itu kita juga bisa lebih hebat dari mereka. Belajar mencintai dan mengetahui kebudayaan Indonesia juga merupakan kunci bertahannya kemerdekaan Indonesia dari gempuran pengaruh budaya asing yang masuk.